Cerita EXPOSCI 1

Citra Ayu Fauziyah Ardhiana (VII-Avicenna)

10/4/2025

Selama satu bulan penuh, SMP Khadijah Wonorejo mengadakan kegiatan Exposci. Exposci adalah sebuah proyek sains yang bertujuan melatih kemampuan penelitian siswa. Setiap kelompok diberi tema yang berbeda dan harus melakukan penelitian secara mandiri, mulai dari perencanaan, percobaan, hingga presentasi hasil akhir. Suasana sekolah selama kegiatan ini terasa sangat hidup. Setiap hari, siswa-siswi tampak sibuk membawa bahan, mencatat hasil, dan berdiskusi dengan kelompoknya. Semua bersemangat menyiapkan proyek terbaik mereka untuk hari presentasi.

Kelompok satu melakukan penelitian tentang pupuk cair organik. Mereka mengolah limbah dapur seperti kulit buah, sayuran, dan sisa nasi menjadi pupuk alami yang bisa menyuburkan tanaman. Setiap beberapa hari, mereka memeriksa proses fermentasi dan mencatat perubahan warna serta bau cairan tersebut. Meski sempat kesulitan menghilangkan aroma menyengat dari bahan fermentasi, mereka tidak menyerah. Setelah beberapa minggu, pupuk cair buatan mereka berhasil membuat tanaman percobaan tumbuh lebih subur dibanding sebelumnya.

Kelompok dua meneliti tentang pembuatan tempe. Mereka mempelajari proses fermentasi kedelai dengan ragi Rhizopus oligosporus dan memperhatikan setiap tahap dengan teliti. Selama proses penelitian, mereka mencatat suhu, kelembaban, dan waktu yang dibutuhkan agar tempe berhasil mengeras sempurna. Pada minggu ketiga, mereka akhirnya berhasil menghasilkan tempe bertekstur padat dan beraroma khas.

Sementara itu, kelompok tiga mengembangkan kimchi dari daun singkong. Mereka terinspirasi dari makanan khas Korea, namun menggantikan bahan utama sawi putih dengan daun singkong agar lebih sesuai dengan bahan lokal. Proses fermentasi dilakukan selama beberapa hari, dan mereka memantau perubahan warna serta rasa setiap harinya. Saat dicicipi, hasilnya ternyata cukup lezat—rasa asam pedasnya berpadu dengan tekstur lembut daun singkong, menciptakan inovasi kuliner yang unik dan bergizi tinggi.

Terakhir, kelompok empat membuat produk Biofresh dari lemon, yaitu pengharum ruangan alami yang ramah lingkungan. Mereka memanfaatkan ekstrak lemon sebagai bahan utama karena memiliki aroma segar dan antibakteri alami. Setelah beberapa kali mencoba campuran bahan yang berbeda, mereka berhasil menciptakan Biofresh dengan wangi lembut yang tahan lama. Banyak pengunjung yang tertarik mencobanya karena aromanya menenangkan dan tidak menyengat seperti pengharum kimia.

Pada hari puncak kegiatan, yaitu hari presentasi, seluruh kelompok mempresentasikan hasil penelitian mereka di dalam kelas. Di bagian depan kelas disediakan meja untuk menampilkan berbagai produk hasil proyek Exposci. Setiap kelompok bergantian menjelaskan proses penelitian, hasil yang diperoleh, serta manfaat dari proyek mereka dengan penuh semangat. Para juri menilai penampilan presentasi setiap kelompok dengan cermat, sekaligus menilai laporan penelitian yang telah dibuat oleh masing-masing kelompok sebagai bagian dari penilaian akhir kegiatan Exposci.